info@sabilulmuttaqin.sch.id (0321) 123456

Mengenal Kami Lebih Dekat

Tentang Yayasan

Sejarah

Perjalanan Yayasan

Yayasan Pendidikan Sabilul Muttaqin didirikan atas prakarsa tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama setempat yang menginginkan hadirnya lembaga pendidikan berkualitas dengan landasan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah. Berawal dari sebuah madrasah diniyah sederhana, yayasan ini terus berkembang hingga kini menaungi empat jenjang pendidikan formal. Dengan dukungan masyarakat, alumni, dan para muhsinin, pembangunan sarana dan prasarana terus dilakukan secara bertahap demi mewujudkan lingkungan belajar yang layak dan Islami.

Visi

Arah Cita-Cita Kami

Terwujudnya generasi yang berakhlakul karimah, unggul dalam prestasi, dan istiqomah dalam nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

Misi

Langkah Mewujudkannya

  • Menyelenggarakan pendidikan berkualitas berbasis nilai-nilai Aswaja.
  • Membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
  • Mengembangkan potensi peserta didik secara utuh — akademik, minat, dan bakat.
  • Menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an melalui program tahfidz sejak dini.
  • Menjalin sinergi antara yayasan, wali murid, dan masyarakat sekitar.

Kepengurusan

Struktur Organisasi

D
Dr. H. S. Arifin , M.Pd
Ketua Yayasan
A
Abd. Jabbar, S.IP
Wakil Ketua
T
Taufik Ismail Akbar, S.Pd
Sekretaris
A
Ayu Intan Permata Sari, S.Pd
Wakil Sekretaris
H
Hj. Dra. Siti Masnunah, M.Pd
Bendahara
F
Fajrur Rizal Bakhri, S.Pd.
Wakil Bendahara

Legal & Resmi

Legalitas Yayasan

Yayasan Pendidikan Sabilul Muttaqin berbadan hukum resmi dan terdaftar di instansi terkait.

  • Akta Notaris
    No. 12 Tahun 2005
  • SK Kemenkumham
    AHU-0001234.AH.01.04 Tahun 2005
  • NPWP Yayasan
    01.234.567.8-123.000
  • Izin Operasional Dinas Pendidikan
    421.1/001/415.16/2006

Unggulan

Program Yayasan

Tahfidz Al-Qur'an

Target hafalan bertahap dari juz 30 di jenjang dasar hingga beberapa juz pilihan di jenjang menengah.

Literasi & Numerasi

Pembiasaan membaca dan penguatan logika berpikir sejak PAUD melalui pojok baca dan pembelajaran kontekstual.

Kegiatan Aswaja

Pembiasaan amaliah NU: tahlil, istighosah, sholawatan, dan kajian kitab kuning ringan.

Ekstrakurikuler

Pramuka, hadrah/rebana, olahraga, dan seni kaligrafi sebagai wadah pengembangan bakat.